PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ada berbagai pengertian perpuatakaan yang telah dibicarakan dalam berbagai sumber, namun secara umum perpustakaan dapat didefinisikan sebagai suatu institusi yang di dalamnya tercakup unsur koleksi (informasi), pengolahan, penyimpanan dan pemakai. Menurut Random House Dictionnary of the English Language,Perpustakaan adalah suatu tempat, berupa sebuah ruangan atau gedung yang berisi buku-buku dan bahan bahan lain untuk bacaan, studi maupun rujukan. Untuk memahami perpustakaan secara menyeluruh bukan saja hanya dilihat dari gedung atau tempat fisik menyimpan buku semata, tetapi harus di pahami sebagai sebuah sistem secara utuh yang di dalamnya terdapat unsur tempat (institusi), koleksi yang disusun berdasarkan sistem tertentu, serta pengelola dan pemakai.
Perpustakaan ( termasuk di dalamnya pusat dokumentasi dan informasi) menurut Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 132/KEP/M.PAN/12/2002 adalah sebuah unit kerja yang memiliki sumber daya manusia, ruangan khusus dan koleksi bahan pustaka sekurang-kurangnya terdiri dari 1.000 judul dari berbagai disiplin ilmu yang sesuai dengan jenis perpustakaan yang bersangkutan. Dalam perkembangannya perpustakaan berkembang menjadi menjadi berbagai macam perpustakaan diantaranya perpustakaan sekolah.
Sebagai salah satu sarana dan fasilitas penyelenggaraan pendidikan yang membantu para murid , guru, dan karyawan untuk mencapai tujuan khusus sekolah dan tujuan pendidikan secara umum.Oleh karena itu tugas pokok perpustakaan sekolah adalah menunjang proses belajar mengajar di sekolah dengan cara
menyediakan bahan - bahan bacaan sesuai dengan kurikulum sekolah dan ilmu pengetahuan sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan baik.
Praktik kerja perpustakaan selain sebagai sarana untuk menciptakan pustakawan yang profesional juga sebagai pendidikan yang berorientasi pada pengalaman sehingga mahasiswa dapat menerapkan teori yang telah didapatkan di perpustakaan secara langsung.
B. Tujuan Praktik Kerja Perpustakaan
Pendidikan Pustakawan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga berkeahlian yang secara praktis dapat mengelola perpustakaan dengan baik. Untuk itu bekal pendidikan dan pengalaman bagi pustakawan sangat penting baik berupa ketrampilan (skill), Sikap (attitudes), dan pengetahuan (Knowledge). Tujuan praktik perpustakaan:
1. Menerapkan Pengalaman secara langsung teori- teori yang telah didapatkan selama proses pembelajaran.
2. Menciptakan pustakawan yang berorientasi pada keadaan perpustakaan Indonesia secara umum.
3. Menciptakan pustakawan – pustakawan baru yang professional.
4. Melengkapi persyaratan penyelesaian Program D II Ilmu Perpustakaan.
BAB II
HASIL
PRAKTIK PERPUSTAKAAN
A.
Pengadaan Bahan Pustaka
sebuah perpustakaan akan dapat di manfaatkan secara
optimal jika koleksi perpustakaan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi
yang relavan dengan kebutuhan pengguna. Seiring berkembangnnya perpustakaan
sekolah sebagai pusat sarana belajar bagi siswa, guru, dan karyawan sering kali
melibatkan koleksi sebagai sumber
belajar dan ruang perpustakan sebagai sarana kegiatan belajar. Oleh karena itu
adanya sejumlah koleksi buku dan bahan – bahan lainya di perpustakaan belum lah
dapat dikatakan tepat sebagai sumber informasi apabila tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat dimana perpustakaan itu
berada.Hal ini menuntut perpustakaan untuk dapat mengembangkan koleksinya.
1. Jenis bahan Pustaka
Sejalan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, semakin banyak informasi yang dibutuhkan serta
semakin banyak pula jenis bahan pustaka. Menurut sulistyo- basuki (1991)
bahan Pustaka mencakup:
a. Karya cetak atau Grafis,
Seperti buku, majalah, surat kabar, disertasi, laporan;
b. Karya non cetak atau karya
rekam, seperti piringan hitam, rekaman audio, kaset dan video;l
c. Bentuk mikro, sperti
microfilm, mikrofis, dan microopaque;
d. Karya dalam bentuk
elektronik, seperti disket, pita magnetik dan selongsong elektronik (cartridge) yang diasosiasikan dengan
komputer
Seperti
perpustakaan pada umumnya, perpustakaan SMA Negeri 1
Prembun
koleksinya sebagian berbentuk karya cetak seperti buku, majalah, surat kabar. Berikut
ini koleksi perpustakaan SMA Negeri 1 XXXXX Sampai juli 2011:
Daftar Koleksi
SMA Negeri 1 XXXXX
Tahun Pelajaran 2011/2012
No
|
Klasifikasi
|
Koleksi
|
Buku baru
|
||
1.
|
000-099
|
89
|
139
|
5
|
5
|
2.
|
100-199
|
77
|
172
|
5
|
23
|
3.
|
200-299
|
83
|
239
|
7
|
10
|
4.
|
300-399
|
196
|
337
|
7
|
7
|
5.
|
400-499
|
40
|
105
|
1
|
1
|
6.
|
500-599
|
113
|
267
|
9
|
12
|
7.
|
600-699
|
175
|
459
|
8
|
8
|
8.
|
700-799
|
76
|
318
|
2
|
2
|
9.
|
800-899
|
86
|
141
|
||
10.
|
900-999
|
59
|
186
|
||
11.
|
Refrensi
|
87
|
314
|
14
|
14
|
12.
|
Fiksi
|
235
|
724
|
24
|
24
|
13.
|
Majalah
|
17
|
1182
|
3
|
236
|
14.
|
Kliping
|
18
|
108
|
8
|
8
|
15.
|
Karya tulis
|
109
|
159
|
4
|
4
|
16.
|
Buku mata Pelajaran
|
12047
|
473
|
||
Jumlah
|
1460
|
16897
|
97
|
827
|
|
Total Koleksi
|
1557
|
17724
|
|||
1. Pertimbangan dalam pengadaan
bahan pustaka
a. Relevansi
Koleksi
perpustakaan hendaknya relevan dengan aktifitas yang telah diprogramkan oleh
perpustakaan sehingga memudahkan pencapaian kinerja perpustakaan. Dalam hal ini
pustakawan harus bisa mengantisipasi perkembangan yang terjadi pada masyarakat
pengguna. Sehingga koleksi yang akan ditambahkan dapat di manfaatkan secara
maksimal.
b. Penulis
Sebuah karya memiliki berbagai keunggulan dan keistimewaan yang meliputi
keunikan berbahasa dan penyajian kata dalam paragraf tercermin dari dari
penulis atau pengarang naskah. Jadi sebuah karya dapat dikatakan baik jika
pengarang atau penulisnya mampu menyajikan dan menyampaikan isi dari sebuah
karya. Selain itu kewibawaan penulis dan pentingnya sebuah karya dapat memberikan
rangsangan untuk pemakai menggunakan karya tersebut. Sehingga penulis dapat
digunakan sebagai salah satu alat seleksi pengadaan bahan pustaka.
c. Penerbit
Penerbitan sebuah buku
melalui berbagai tahapan sebelum menerima suatu karya, mulai dari menyeleksi
bahan tulisan, hingga siapa pengarangnya? Sehingga kualitas sebuah buku akan
tercermin dari siapa yang menerbitkannya. Untuk itu dalam pengadaan bahan
pustaka perlu dipertimbangkan penerbit mana yang akan kita pakai untuk mengisi
koleksi perpustakaan. sehingga perpustakaan dapat menggoptimalkan manfaat dari
koleksi tersebut dimasa yang akan datang ataupun sekarang.
d. Kualitas Materi
Karya yang baik adalah karya
yang dapat memberikan informasi dan ilmu pengetahuan bagi segenap pembacanya.
Oleh karena itu kualitas sebuah buku menjadi prioritas utama dalam pengadaan
bahan pustaka sehingga nilai guna bahan pustaka dapat dimanfaatkan secara
optimal
e. Tahun Terbit
Sebuah informasi atau ilmu pengetahuan dalam sebuah karya akan memiliki
nilai guna jika sesuai dan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Untuk itu kapan sebuah bahan pustaka diterbitkan menjadi salah satu
faktor yang mempengaruhi nilai guna dari sebuah karya. Jadi perlu di
perhitungkan dan dipertimbangkan dalam pengadaan bahan pustaka tahun terbit
dari sebuah bahan pustaka sehingga dapat dimanfaatkan sebelum kandungan
informasi dan ilmu pengetahuan usang terlekang oleh perkembangan jaman.
f.
Kebutuhan Pengguna
Sebelum
mengadakan bahan pustaka baru sebagai seorang pustakawan yang bertugas di
bagian pengadaan bahan pustaka, harus memahami betul minat dari seluruh pemakai
jasa perpustakaan. Sehingga banyak pemakai yang memanfaatkan bahan pustaka atau
koleksi perpustakaan untuk menambah ilmu pengetahuan dan informasinya. Untuk
itu kebutuhan pengguna menjadi prioritas utama dalam pengadaan bahan pustaka
2. Sumber pengadaan
a. Hadiah
Peraturan yang penting
Berkaitan dengan bahan pustaka yang diterima sebagai hadiah adalah jangan
tambahkan bahan pustaka yang diterima sebagai hadiah ke dalam koleksi, kecuali bahan
pustaka itu dibutuhkan oleh pengguna dan perpustakaan harus membelinya.
Perpustakaan SMA Negeri 1 Prembun dalam menerima koleksi sebagai hadiah telah
terlaksana sejak perpustakaan berdiri mulai dari para guru, siswa, karyawan,
pemerintah , dan pengusaha.
Dalam penerimaan hadiah
perpustakaan SMA Negeri 1 XXXXX sebelum menambahkan koleksi tersebut para
petugas menyeleksi bahan pustaka tersebut sesuai dengan kebutuhan pengguna atau
tidak dan mencatatnya dalam daftar tambahan koleksi.
b. Pembelian
Sebagian besar koleksi
sebuah perpustakaan SMA Negeri 1 XXXX Selain diperoleh dari hadiah juga dari
pembelian yang dilaksanakan mulai dari penelitian kebutuhan penguna,
megevaluasi koleksi, menyeleksi koleksi sesuai dengan kulitas, harga, menyusun
daftar pengadaan hingga menyusun rencana anggaran pengadaan bahan pustaka.
Kegiatan pengadaan bahan pustaka dilakukan perpustakaan SMA Negeri1 XXXXX setiap tahun pelajaran baru.
B.
Pengolahan Bahan Pustaka
Bahan Pustaka yang telah
diterima yang diperoleh dari pembelian ataupun hadiah dilakukan pengolahan
mulai pemeriksaan bahan pustaka, pengecapan, inventarisasi ke dalam buku induk,
klasifikasi, penjajaran koleksi, hingga membuatkan kelengkapan buku sebelum
koleksi dilayankan kepada pengguna.
1. Pemeriksaan Bahan Pustaka
Kegiatan yang dilakukan setelah pengadaan
bahan pustaka ialah pemeriksaan bahan pustaka. Dalam hal ini setiap buku di cek
dan disesuaikan dengan daftar pesanan, diteliti keadaan fisik buku, dan
mencatat semua hal yang tidak sesuai guna dijadikan sebagai bahan pengaduan dan
meminta penggantian bahan pustaka baru jika ada bahan pustaka yang rusak.
2. Pengecapan
Pengecapan
merupakan kegiatan untuk memberi tanda
pada bahan pustaka bawasanya bahan pustaka tersebut milik perpustakaan.
Pengecapan sediri terdiri dari 3 jenis pengecapan:
a. Pengecapan indentitas buku
Cap yang menggambarkan
perpustakaan pemilik
b. Pengecapan cap rahasia
3. Inventarisasi
4. Klasifikasi
5. Penjajaran Koleksi





No comments:
Post a Comment