Sunday, April 30, 2017

Ruang tanpa Waktu part3








Tentang seorang sahabat, apa devinisi “sahabat” menurut kalian???
Setiap orang mengartikannya sendiri-sendiri, sama halnya dengan saya. Buat saya, sahabat itu adalah keluarga ke-2. Yupssss…. Kenapa seperti itu??? Karena sahabat itu selalu ada dan mau disisi kita dalam keadaan senang maupun duka. Seperti keluarga bukan??? Jika kita terpuruk, siapa yang ada?? Pasti keluarga kan??? Seperti itulah dia.
Begitulah sahabat yang satu ini, dia juga selalu ada dikala aku senang maupun sedih, dia selalu memberikan motivasi dan support agar selalu maju dan berjuang. Tapi takdir berkata lain, ternyata Tuhan lebih sayang kepada dia dan menyuruhnya untuk “pulang” lebih cepat.
Kehilangan itu pasti, tapi saya tak pernah menyesalinya. Karena sebuah ikatan tak kan mudah lepas jika kita tak hanya berpedoman pada “sebuah benda ataupun wujud”. Dia selalu ada hanya itu yang saya sampaikan.
Memang benar ya….. yang lebih dekat dengan kita itu adalah KEMATIAN. Dan sesuatu yang hidup pada akhirnya pasti mati. Pada waktu itu, tanggan 01/04/2010 (siang hari) seperti biasa kita berkumpul dan bercengkrama. Hingga sore tiba dan saya pun memutuskan untuk pulang.
            Tak terduga memang, tepat sekitar pukul 23:00 saya mendapat telpon dari seorang kawan dan dia itu tetangga sahabat aku. Saya mendapatkan kabar bahwa sahabat saya itu meninggal dunia  di sebabkan kecelakaan. Shock pasti!!!! Siapa yang sangka, siang kita bercengkrama, becanda seperti biasanya. Hanya dalam hitungan jam, saya mendapati kabar dia meninggal dunia. Yupz…. Tengah malam saya langsung meluncur ke kediamannya Karena tidak percaya.
Lemasssss…. Itu yang aku rasakan pada lutut ini, ingin menangis tapi tak setetespun air mata ini keluar. Sahabat…… semoga kau tenang di sana di pangkuan_Nya. Dan berlabuhlah….. kita pasti akan jumpa lagi (hanya itu yg terucap di hati aku).
            Sudah berlalu beberapa hari, namun kepedihan ini masih menyelimuti perasaan saya. Dan sebuah karya ini benar-benar saya tujukan untuknya.






Kebumen, 08/04/2010

SURAT SAHABAT

Ketika kita berjalan beriringan
Di persimpangan jalan kau tinggalkanku
Penuh kebahagiaan dalam kenangan
Penuh kepedihan dalam ingatanku

Kau air yang sejukan jiwaku
Kau api yang membakar semangatku
Kaulah saudara yang berbagi denganku

Takkan musnah kau di benakku
Dan takkan mampu orang menirumu

Engkau adalah engkan….
Dan….. adalah aku
Namun kita adlah sahabat
Kan begitu selamanya

**Cepatlah berlabuh kawan… mimpimu kini tlah kau dapati