Tentang seorang sahabat, apa devinisi “sahabat” menurut
kalian???
Setiap orang mengartikannya sendiri-sendiri, sama halnya
dengan saya. Buat saya, sahabat itu adalah keluarga ke-2. Yupssss…. Kenapa seperti
itu??? Karena sahabat itu selalu ada dan mau disisi kita dalam keadaan senang
maupun duka. Seperti keluarga bukan??? Jika kita terpuruk, siapa yang ada?? Pasti
keluarga kan??? Seperti itulah dia.
Begitulah sahabat yang satu ini, dia
juga selalu ada dikala aku senang maupun sedih, dia selalu memberikan motivasi
dan support agar selalu maju dan berjuang. Tapi takdir berkata lain, ternyata
Tuhan lebih sayang kepada dia dan menyuruhnya untuk “pulang” lebih cepat.
Kehilangan itu pasti, tapi saya tak
pernah menyesalinya. Karena sebuah ikatan tak kan mudah lepas jika kita tak
hanya berpedoman pada “sebuah benda ataupun wujud”. Dia selalu ada hanya itu
yang saya sampaikan.
Memang benar ya….. yang lebih dekat
dengan kita itu adalah KEMATIAN. Dan sesuatu yang hidup pada akhirnya pasti
mati. Pada waktu itu, tanggan 01/04/2010 (siang hari) seperti biasa kita
berkumpul dan bercengkrama. Hingga sore tiba dan saya pun memutuskan untuk
pulang.
Tak terduga memang, tepat sekitar pukul 23:00 saya mendapat telpon dari seorang kawan dan dia itu tetangga sahabat aku. Saya mendapatkan kabar bahwa sahabat saya itu meninggal dunia di sebabkan kecelakaan. Shock pasti!!!! Siapa yang sangka, siang kita bercengkrama, becanda seperti biasanya. Hanya dalam hitungan jam, saya mendapati kabar dia meninggal dunia. Yupz…. Tengah malam saya langsung meluncur ke kediamannya Karena tidak percaya.
Tak terduga memang, tepat sekitar pukul 23:00 saya mendapat telpon dari seorang kawan dan dia itu tetangga sahabat aku. Saya mendapatkan kabar bahwa sahabat saya itu meninggal dunia di sebabkan kecelakaan. Shock pasti!!!! Siapa yang sangka, siang kita bercengkrama, becanda seperti biasanya. Hanya dalam hitungan jam, saya mendapati kabar dia meninggal dunia. Yupz…. Tengah malam saya langsung meluncur ke kediamannya Karena tidak percaya.
Lemasssss…. Itu yang aku rasakan pada
lutut ini, ingin menangis tapi tak setetespun air mata ini keluar. Sahabat……
semoga kau tenang di sana di pangkuan_Nya. Dan berlabuhlah….. kita pasti akan
jumpa lagi (hanya itu yg terucap di hati aku).
Sudah berlalu
beberapa hari, namun kepedihan ini masih menyelimuti perasaan saya. Dan sebuah
karya ini benar-benar saya tujukan untuknya.
Kebumen,
08/04/2010
SURAT
SAHABAT
Ketika kita
berjalan beriringan
Di persimpangan
jalan kau tinggalkanku
Penuh kebahagiaan
dalam kenangan
Penuh kepedihan
dalam ingatanku
Kau
air yang sejukan jiwaku
Kau
api yang membakar semangatku
Kaulah
saudara yang berbagi denganku
Takkan musnah kau
di benakku
Dan takkan mampu
orang menirumu
Engkau
adalah engkan….
Dan…..
adalah aku
Namun
kita adlah sahabat
Kan
begitu selamanya
**Cepatlah berlabuh kawan… mimpimu kini tlah kau dapati
