Monday, November 20, 2017

Kebiasaan yang di Sepelekan kaum HAWA



Banyak wanita yang tidak mengetahui batasan-batasan aurat dirinya terhadap sesama wanita.

Jumhur ulama berpendapat bahwa aurat antara sesama wanita muslimah adalah antara lutut dan pusar.

Dengan demikian, seorang muslimah tidak boleh menampakkan pahanya kepada teman wanitanya, ibu, saudara wanita, atau anak-anak wanitanya yang sudah dewasa, kecuali dalam kondisi-kondisi darurat.

Perlu diingat bahwa berhias tidak termasuk kondisi darurat

Muslim meriwayatkan bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wa salam bersabda

لاينظرالرّجل إلى عورةالرّجل ولا تنظر المرأةإلى عورةالمرأة

"Laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain, dan wanita pun tidak boleh melihat aurat wanita lain"

Begitu juga, wanita tidak boleh memperlihatkan bagian badannya di depan wanita kafir, pelacur, atau wanita fasik. Sebab, mereka tidak dapat menahan diri untuk tidak mengungkapkan tentang wanita ini kepada para lelaki. Adapun wanita beriman, maka ia mengetahui bahwa kehormatan itu harus di jaga.

Wallahu a'lam


Sumber: "300 Dosa yang diremehkan Wanita" oleh Syaikh Nada Abu Ahmad

Sunday, November 19, 2017

Jangan Sampai tidak Paham Ilmu AGAMA



Coba bayangkan jika orang yang cerdas tapi shalat saja tidak dimengerti, Qur’an saja tidak bisa dibaca, apa keuntungannya kecerdasan yang ia miliki?

Kita sering saksikan bahwa banyak yang tidak paham agama yang membuat kerusakan. Beda jika yang paham agama, mereka punya akhlak mulia dan akidah yang lurus.

️ Orang yang paham agama akan selalu mendapatkan kebaikan sebagaimana disebutkan dalam hadits, dari Mu’awiyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037).

️ Jangan jadi orang yang hanya kenal ilmu dunia saja, namun lupa akan ilmu akhirat. Allah Ta’ala berfirman,

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. Ar Ruum: 7)

️ Gunakanlah nikmat dunia yang Allah karuniakan untuk menggapai akhirat kita,

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” (QS. Al Qashshash: 77).


Ibnu Katsir berkata, “Gunakanlah yang telah Allah anugerahkan untukmu dari harta dan nikmat yang besar untuk taat pada Rabbmu dan membuat dirimu semakin dekat pada Allah dengan berbagai macam ketaatan. Dengan ini semua, engkau dapat menggapai pahala di kehidupan akhirat.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6: 37)

TAWA MALAIKAT di MASJID

Pengusiran dan penghardikan anak-anak di mesjid menjadi pemandangan biasa di Indonesia. Mata-mata tajam dan kata-kata kasar keluar dari BKM "jahiliyah"
Kecamuk antara wajah sangar orangtua di rumah yang menghalaunya ke mesjid dan wajah seram BKM "jahiliyah" yang mengusirnya .

Seolah merengut kebahagiaan masa kecilnya......  Jika anak-anak muslim berlari ... riang ... tawa...di mesjid itu lah ciri khas anak-anak, akan tetapi kalau yang berlari dan tertawa itu orangtua baru layak di usir.

Mereka sebenarnya "malaikat" yang sedang bergembira di rumah Robb-Nya...






Bahkan Hasan dan Husein pernah menaiki tubuh Rasulullah saat mengimami sholat para sahabat. Rasulullah sujud begitu lama, Hingga ada sahabat yg bertanya "mengapa lama sekali sujudmu ya Rasulullah"  Rasul menjawab "Tadi Hasan dan Husein naik di tubuhku, aku khawatir kalau aku bangkit mereka terjatuh, ku biarkan mereka puas bermain".

Dalam riawayat yg lain Rasulullah mempercepat sholatnya karena ada tangis anak kecil yang memanggil ibunya yg sedang ikut berjama'ah bersama Rasulullah. Itulah masjid Nabi yang tak sepi dari anak-anak kecil.

Lalu mesjid apa yang anti dengan anak-anak kecil ? Layak lah para BKM "jahiliyah" di beri pemahaman yg utuh tentang mesjid sebagai pusat peradaban Islam...


Muhammad Al fatih penakluk konstantinopel pernah berkata : "Jika kalian tidak lagi mendengar riang tawa dan gelak bahagia anak-anak di masjid-masjid. Waspadalah. Saat itu kalian dalam bahaya."

Apa yanag Masih Membuatmu Ragu Berhijab ???






Berproses menjadi muslimah shalihah nan istiqamah bukan dengan menunggu akhlak menjadi baik lalu berhijab. Tapi berhijab syar'i sekarang juga, dan memohon agar Allah selalu memberi jalan dan menolong untuk memperbaiki akhlak, memperindah perangai, dan mengistiqamahkan.

Dimanapun kita berada, apapun aktivitas kita, jadikan PRIORITAS UTAMA untuk selalu menjaga aurat dan berhijab syar'i.

Karena hijab syar'i bagi seorang muslimah bukan sebuah pilihan antara mau atau tidak, antara siap atau belum, antara nyaman atau tidak,
tapi sebuah keharusan yang mesti dilaksanakan & dijaga.

Hijab adalah sebuah bentuk kasih sayang dari Allah untuk para muslimah. Seperti tercantum dalam Al-Qur'an :


"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mu'min, hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karenanya mereka tidak di ganggu. Dan adalah Allah, yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab : 59)"
HIJABMU TAKKAN PERNAH MEMBATASI AKTIVITASMU!

Enjoy your life, enjoy your style, STAY SYAR'I! 😉
Istiqomah itu mudah, insyaAllah.